godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Headline / Kiai Said Aqil: NU Kawal Regulasi Tentang Disabilitas

Kiai Said Aqil: NU Kawal Regulasi Tentang Disabilitas

Jakarta: Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas/Konbes) Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Lombok pada akhir Nopember 2017 mengagendakan membahas tentang disabilitas. NU mengangkat isu disabilitas sebagai wujud mendorong tata pembangunan Indonesia bermanfaat untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Kami akan undang perwakilan dari mereka sebagai referensi sebelum mengambil keputusan,” kata Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA saat membuka *”Sarasehan Pesantren Inklusi”* di Pondok Pesantren al-Tsaqafah, Ciganjur Jakarta Selatan (6/10).

“Disabilitas bukanlah kekurangan. Buktinya, Gus Dur dengan segala keterbatasan penglihatannya mampu membuktikan bisa menjadi Presiden ke-4 RI.”

Kiai Said Aqil juga menegaskan NU akan mengawal regulasi tentang disabilitas. Peraturan itu penting untuk memastikan terpenuhinya hak warga dan persamaan di muka umum. Sebagai langkah nyata, NU akan mengintruksikan semua fasilitas yang dikelola warga NU harus ramah disabilitas.

“Madrasah, masjid, rumah sakit harus ramah disabilitas,” tutur Kiai asli Kempek, Cirebon tersebut.

Dalam acara itu, Ustad Budi Santoso, difabel tuna netra memperlihatkan kemahirannya dalam membaca Al-Qur’an dan kitab kuning. Pengunjung dibuat kagum.

Sementara itu Suryo Susilo mengatakan negara negara di Eropa bahkan Timur Tengah sangat ramah dengan disabilitas. Sehingga terasa kesamaan hak di ruang publik.
“Di Indonesia belum dan saya berharap NU memeloporinya,” kata Suryo, difabel tuna rungu. (KSF/DAN/ANW)

Lihat Juga

Workshop Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Toleransi di Kota Malang oleh PCNU Kota Malang dan Dinas Pendidikan Kota Malang

  MALANG – Jumat dan Sabtu (11/06 s/d 12/06) PC NU Kota Malang khususnya Lembaga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.