Muslimat NU Semarang Lawan Hoax

 

Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kota Semarang Hj Muslimatin Djatmiko menyatakan, seluruh anggota Muslimat perang melawan hoax dan semua berita bohong lewat media sosial (medsos). Cara melawan hoax menurut Muslimatin tidak menyebarluaskan semua informasi yang sumbernya tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Dia mengatakan hal itu dalam upacara pembukaan Pelatihan Jurnalistik dan Ikhtiar Melawan Hoax di aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jl Gajahraya Semarang, belum lama ini. Sebagai pembicara yaitu Ketua PCNU Kota Semarang, H Anasom, Dosen UIN Walisongo, M Rikza Chamami Sekretaris Lakpesdam dan Wartawan Suara Merdeka, Agus Fathuddin Yusuf.

Sekretaris MAJT, KH Muhyiddin MAg merasa bersyukur karena ibu-ibu Muslimat di tengah kesibukan mengurus rumah tangga masih sempat membekali diri dengan kemampuan menulis dan menangkal berita bohong. Menurut Muslimatin, kegiatan tersebut diikuti 150 orang dari Pengurus Kecamatan se-Kota Semarang dan Ikatan Guru-guru Taman Kanak-kanak Muslimat NU (IGTKM).

Menurut Ketua PCNU, H Anasom, pada zaman Rasulullah fenomena hoax dan berita bohong sudah muncul. Karena itu dalam Alquran Allah SWT memperingatkan supaya hati-hati menghadapi berita hoax tersebut.

“Langkah yang paling tepat menghadapi hoax menurut Alquran yaitu tabayyun atau check and recheck tentang kebenaran informasi tersebut,” katanya.

Agus Fathuddin Yusuf mengajak anggota Muslimat NU untuk membudayakan menulis.

“Menulis apa saja dan kapan saja. Di sela-sela kesibukan mengasuh anak dan urusan rumah tangga sempatkan menulis,” katanya.

Dengan membiasakan menulis kata wartawan Suara Merdeka itu, berarti sudah menorehkan catatan sejarah karena akan dibaca oleh anak cucu di kemudian hari.

Sedang M Rikza Chamami secara khusus mengingatkan Ibu-ibu Muslimat NU yang melahirkan kader-kader Nahdliyyin. Sehingga akidah ahlussunnah waljamaah harus ditanamkan
anak-anaknya sedini mungkin.

“Kalau akhlak sudah terbina dengan baik sejak kecil, maka ketika dewasa tinggal menikmati hasilnya,” kata Rikza.*)

Lihat Juga

Serial Pencerahan Ramadhan PCNU Kota Malang: Pendidikan Puasa Ramadhan

Malang, 6 April 2022. Pencerahan Ramadhan kembali berlanjut, pada tanggal 6 April pukul 19.00 berlangsung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.