godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Headline / Konsep Keyakinan NU : Dibalik Instruksi Sholawat untuk Hadapi Penyakit Covid-19

Konsep Keyakinan NU : Dibalik Instruksi Sholawat untuk Hadapi Penyakit Covid-19

Sejak awal tahun lalu, negara-negara di dunia dihebohkan dengan adanya wabah Covid-19 yang berasal dari Wuhan, Cina. Penyakit ini menimbulkan gangguan saluran pernafasan dan atas hingga menyebabkan kematian. Hingga Maret 2020, lebih dari 44 negara telah terkena Covid-19 dan lebih dari 2.000 jiwa meninggal dunia. Angka kematian ini termasuk cukup fantastis karena berhasil mengungguli wabah SARS yang menewaskan 700 orang. Dalam waktu singkat virus Corona yang menjadi penyebab Covid-19 ini menyebar luas. Selain penyebarannya cepat, penularan yang sulit dideteksi menjadikan korban jiwa semakin banyak setiap hari.

Nahdlatul Ulama, sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis Islam ahlussunnah wal jamaah, pada 10 Februari lalu menghimbau masyarakat untuk mengamalkan sholawat tibbil qulub sebagai salah satu langkah dalam menghadapi wabah Covid-19. Meski dunia medis terus melakukan upaya mencegah dan mengatasi virus ini, namun segala kesembuhan merupakan kehendak Maha Pencipta Kehidupan.

Doa, melalui sholawat, menjadi perantara manusia yang tak punya daya dan penuh kesalahan untuk kembali mengingat posisi sebagai ‘hamba’ dan memohon perlindungan-Nya. Sholawat sendiri menjadi syarat wajib sampainya doa seorang muslim kepada Allah, sebagaimana banyak diterangkan oleh para ulama. Bahkan solat pun dalam madzhab Syafii tidak akan sah jika tak membaca sholawat (yakni pada tahiyyat).

Dibalik sholawat, Allah menunjukkan sifat rahmat-Nya kepada sang kekasih, Nabi Muhammad dan kepada umat beliau. Ketika kita bersholawat satu kali kepada Nabi Muhammad, Allah membalas sepuluh kali lipat sholawat untuk kita. Ulama’ ada yang menafsirkan maksudnya Allah memberi 10 keselamatan dan anugrah bagi orang yang bersholawat.

Konsep keyakinan NU bahwa usaha manusia beriringan dengan kehendak Allah, adalah keyakinan paling mendasar. Tidak ada satu keberhasilan atau kegagalan yang murni usaha manusia atau murni hanya kehendak Allah. Semua merupakan perpaduan dari kuasa Allah yang memberikan kemampuan pada manusia, kemudian usaha manusia, serta kehendak final Allah atas usaha tersebut.

Semoga kita semua terlindung dari penyakit yang sedang melanda dunia ini. Baik sakit dhohir maupun batin. Semoga dengan berkah sholawat, Allah menerangi hati kita semua untuk selalu berada di jalan-Nya.

Bagikan:

Lihat Juga

Ziarah Dan Rihlah Pulau Dewata, Santun Berdakwah Tanpa Senjata

  Agenda dua tahunan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU-IPPNU UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.