godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Headline / Jaga Tradisi Aswaja, PKPT IPNU IPPNU UM Perkokoh Jiwa Pengabdian di Desa Kucur

Jaga Tradisi Aswaja, PKPT IPNU IPPNU UM Perkokoh Jiwa Pengabdian di Desa Kucur

Kabupaten Malang (numuda.id) – PKPT IPNU IPPNU Kampus Pendidikan “Khittah wa Khidmah” Universitas Negeri Malang kembali hadir untuk berbagi kasih dengan menyalurkan bantuan dari para donasi untuk warga Desa Kucur. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengajian umum dan santunan anak yatim yang juga berlangsung di Masjid Al-Iman Dusun  Klaseman, Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Sabtu (14/12).

PKPT IPNU-IPPNU UM berfoto di Masjid Al-Iman Dusun  Klaseman, Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Sabtu (14/12).
PKPT IPNU-IPPNU UM berfoto di Masjid Al-Iman Dusun  Klaseman, Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Sabtu (14/12).

Rangkaian kegiatan bakti sosial mulai pagi yaitu khataman, lomba-lomba antar TPQ se-Desa Kucur dilanjut malam harinya pembacaan tahlil, sholawat, pembagian hadiah bagi peserta lomba, santunan anak yatim, mauidhoh hasanah dan doa.

Salah satu panitia, Muhammad Amirul, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin PKPT IPNU IPPNU Kampus Pendidikan “Khittah wa Khidmah” Universitas Negeri Malang yang diselenggarakan setiap tahun sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Bakti sosial ini dihadiri oleh Ustadz Faris Khoirul Anam, LC, M.HI (Wakil Ketua Aswaja Center PWNU Jawa Timur), warga sekitar Desa Kucur, 15 kaum dhuafa, dan 50 anak yatim. Bakti sosial ini juga dimanfaatkan oleh pengurus PKPT IPNU IPPNU Kampus Pendidikan “Khittah wa Khidmah” dan masyarakat setempat sebagai sarana untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi.

“Terima kasih banyak, telah menyambangi kita disini untuk berbagi kasih sayang kepada adik-adik. Kami berharap silaturahmi ini bisa terjaga sampai nanti. Kami juga selalu membuka pintu bagi teman-teman agar sesekali berkunjung ke sini lagi” ujar Ibu Miswati (Ketua Muslimat Pimpinan Ranting Kucur).

Mengambil tema “Tumbuhkan Sikap Kepedulian, Perkokoh Jiwa Pengabdian dalam Bingkai Ahlusshunnah Wal Jama’ah An Nahdliyah”  Ustadz Faris menegaskan bahwa sebenarnya siapakah diri kita ini, siapa yang menjadi panutan kita, dimana kita dan kemana nantinya kita akan pergi. Menjadi mahasiswa tidak cukup hanya berpengetahuan akademik saja, oleh karenanya jiwa sosial dan rasa kepedulian juga harus ditingkatkan. Salah satunya sikap syukur yang bisa diwujudkan dengan sinergitas dan kerja nyata bersama-sama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan semacam ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan sosial, sikap ramah dan antusias yang tinggi dari warga serta adik-adik saat mengikuti perlombaan menjadi kesan tersendiri bagi panitia dan pengurus PKPT ” Ujar Rekan Wildan kepada tim redaksi.

Rekan Afifudin (CO Departemen Dakwah dan Pers) juga menambahkan “kita akan merasa bahagia ketika bisa memberi hal yang bermanfaat pada orang lain, merangkul masyarakat, menghadirkan nuansa yang merakyat, juga sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi’. RED Suciatilia. (far)

Bagikan:

Lihat Juga

Belajar Menjadi Penulis Inspiratif

Berdakwah di era milenial tidak hanya membutuhkan keluasan ilmu agama yang mendalam namun juga butuh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.