godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Artikel / Uswah / Ketika Rasulullah Mengejar Keutamaan Muharram

Ketika Rasulullah Mengejar Keutamaan Muharram

Dikisahkan, ketika Nabi Muhammad saw. berada di Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi juga berpuasa di tanggal 10 Muharram. Melihat hal ini, Rasulullah saw. bertanya kepada orang Yahudi “Puasa apa ini?”

“Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur,” demikian jawab orang Yahudi.

“Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu,” pungkas Rasulullah saw.

Maka Rasulullah saw. berpuasa di setiap 10 Muharram.

Adapun sumber lain mengatakan bahwa 10 Muharram mengandung banyak peristiwa sejarah penting di dalamnya. Pertama, pada hari itu Nabi Adam as. bertaubat kepada Allah dan taubat beliau diterima Allah swt.

Kedua, peristiwa selamatnya kapal Nabi Nuh as. dan berlabuh di bukit Zuhdi setelah dunia dilanda banjir. Ketiga, pada tanggal tersebut Nabi Ibrahim as. disiksa Raja Namrud dengan api namun Allah swt. menyelamatkan beliau.

Keempat, Nabi Yusuf as. juga diberikan pertolongan Allah swt. dengan dibebaskan dari penjara Mesir. Kelima, Allah swt. menyelamatkan Nabi Yunus as. dari perut ikan hiu. Keenam, Allah swt. mengangkat penyakit kulit Nabi Ayyub as.

Dan terakhir, Allah swt. menyelamatkan Nabi Musa as. bersama lima ratus ribu umat beliau dari kejaran Fir’aun. Dengan demikian, tanggal 10 Muharram memiliki banyak keistimewaan. Nabi Muhammad saw. pun menganjurkan para sahabat beliau untuk berpuasa di hari itu.

“Puasa itu bisa menghapuskan dosa-dosa kecil pada tahun kemarin” – Hadits Riwayat Imam Muslim

Melihat puasa yang dilakukan umat Islam berbarengan dengan Yahudi, salah satu sahabat Nabi bertanya,

“Yaa Rasulullah, hari itu (Asyura) diagungkan oleh Yahudi.”

Maksudnya kenapa umat Islam mengerjakan sesuatu persis dengan umat Yahudi. Maka Rasulullah saw. menjawab,

“Di tahun depan insyaa Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.”

Sejak saat itu puasa Muharram sunnah dilakukan dua hari yakni 9 dan 10 Muharram agar tidak persis dengan umat Yahudi maupun Nasrani [sumber]

Bagikan:

Lihat Juga

Tinggalkan Dua Hal Ini untuk Bisa Mendapatkan Dua Hal

Syeikh Imam Nawawi bin Umar Al-Jawi dalam salah satu kitab fenomenal susunan beliau berjudul ‘Nashoihul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.