godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Event / Kuatkan Persatuan Bangsa, IPNU IPPNU dan Pagar Nusa Berkolaborasi

Kuatkan Persatuan Bangsa, IPNU IPPNU dan Pagar Nusa Berkolaborasi

MALANG,  NUMUDA. ID – Rentetan ledakan bom yang terjadi di gereja dan markas polisi belakangan,  menjadi ujian bagi persatuan bangsa. Menanggapi insiden ini,  mahasiswa yang tergabung dalam IPNU IPPNU Universitas Brawijaya bersama Pagar Nusa Universitas Negeri Malang menggelar doa bersama pada Kamis (17/5) di kantor MWC NU Klojen,  kota Malang.
 
Rangkaian dzikir istighosah dan maulid Diba’ dilantukan,  berdoa kepada Alloh memohon rahmatnya untuk persatuan Indonesia. “Acara ini baik, saya harap ke depannya silaturahim antara pagar nusa dan IPNU IPPNU semakin erat,” ujar Alvian Eka Cahya, salah satu Pengurus Cabang Pagar Nusa kota Malang.
 
Tidak sekadar doa bersama, diskusi isu terorisme menjadi pelengkap acara. Kang Cahya memantik diskusi, dilanjutkan dengan pemaparan sejarah, definisi, dan fenomena terorisme oleh M. A’inurrofiqin dan Kurnia Islami.
 
“Ketika kita berusaha belajar sebuah agama dengan pemahaman yang masih kurang, akan rawan menjadikan seseorang masuk pada aliran agama yang salah,” jelas Alvian Eka Cahya yang akrab dipanggil Cahya.
 
Thoif Kafabi, salah satu peserta diskusi yang juga santri pesantren Miftahul Huda,  mengatakan bahwa solusi yang bisa diberikan adalah dengan edukasi islam moderat. “Yang dituntaskan ini pemahamannya,  bukan orangnya,” jelas alumni Lirboyo ini.
 
Menurutnya, terorisme, radikalisme, dan ekstremisme berawal dari pemikiran dan pemahaman yang keliru dalam menafsirkan dakwah Islam. Oleh karena itu, pria yang akrab dipanggil Thoif ini juga menambahkan bahwa sudah saatnya pemuda-pemuda NU sebagai salah satu agen Islam moderat bersemangat menyebarkan ajaran islam yang penuh kedamaian.
 
Secara rutin, setiap hari Kamis malam Jumat, IPNU IPPNU Universitas Brawijaya mengadakan Sholawatan Tahlil Malam Jumat (STMJ) yang juga menjadi media penyebaran islam yang damai. Mengutip dari Achmad Tohe, Ph.D bahwa salah satu pakar sosiolog mengatakan bahwa ‘rutinitas’ dan ‘ritual’ ternyata menjadi penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Tanpa disangka, ritual agama yang kita lakukan juga membantu kita lebih positif dalam menghadapi realita sosial.
 
Demikian pula dengan rutinan keagamaan yang telah lama membudaya di masyarakat Indonesia, misalnya tahlilan yasinan dan diba’an, menjadi media penyebaran islam yang damai sekaligus mencerimkan dakwah islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kolaborasi IPNU IPPNU dan Pagar Nusa kali ini, juga termasuk salah satu bagian melestarikan kebaikan-kebaikan islam sekaligus merawat persatuan dan kebhinekaan Indonesia.

Bagikan:

Lihat Juga

Lomba Esai “Menjawab Dilema Pandemi” Total Hadiah 1.5juta

Pandemi Covid-19 telah banyak membawa perubahan di berbagai bidang. Di sisi lain, ada berbagai dilema …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.