godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Warta / Jam'iyyah / Bahtsul Masail di Daerah Didorong Soroti Perkara Maudhuiyah dan Qonuniyah

Bahtsul Masail di Daerah Didorong Soroti Perkara Maudhuiyah dan Qonuniyah


Rembang (numuda.com) – Forum Bahtsul Masail yang menjadi agenda rutin kegiatan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) telah menjadi wahana pengkaderan unsur syuriyah. Forum yang digelar rutin oleh setiap jenjang kepengurusan NU untuk memusyawarahkan aneka perkara umat ini terbukti telah menjadi tempat penggodokan para santri atau gus maupun kiai dalam bidang ilmu.

Dari Bahtsul Masail itulah mereka yang aktif dan terlihat menekuni, atau yang terlihat menonjol penguasannya atas forum, direkrut mengisi lembaga syuriyah di kepengurusan NU baik di tingkat ranting, majelis wakil cabang, cabang, wilayah, maupun pusat.

Poin-poin di atas disampaikan oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH. M. Najib Hasan dalam Pembukaan dan pembukaan Bahtsul Masail dalamm rangka Harlah ke-94 NU yang digelar oleh PWNU Jawa Tengah di Ponpes Roudlotut Tholibin Leteh Rembang, Senin (1/5).

“Forum Bahtsul Masail telah menjadi ajang pengkaderan syuriyah. Banyak pengurus syuriyah berasal dari peserta bahtsul masail,” tuturnya.

Kiai Najib mendorong Bahtsul Masail mulai memperhatikan masalah yang selama ini kurang diperhatikan, yaitu yang bersifat tematik (maudhuiyyah) maupun yang berkait dengan peraturan perundang-undangan (qonuniyah).

Dikatakannya, Bahtsul Masail masih dominan masalah ubudiyah yang berbasis fiqih klasik, belum banyak membahas masalah waqi’iyah terkait tema tertentu (maudhuiyyah), apalagi qonuniyyah (perundang-undangan).

Maka ia mendorong seluruh jajaran syuriyah, baik di tingkat pengurus Cabang, Wilayah maupun PBNU, untuk beralih mengarahkan Bahtsul Masail Maudhuiyyah dan Qonuniyyah.

“Selama ini Bahtsul Masail hanya dominan masalah ubudiyyah. Belum banyak tema maudhuiyyah apalagi qonuniyyah,” tandasnya.

Maudhuiyyah, ia menjelaskan, seperti misalnya isu lingkungan hidup. Adapun Qonuniyyah membahas Perda di kabupaten. Hal hal tersebut dibahas, apakah isinya membawa maslahat untuk rakyat atau tidak. Atas ihwal itu, Bahtsul Masail akan berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.

“Mulai sekarang kita perlu mendorong Bahtsul Masail yang demikian. Agar berdampak nyata hasilnya kepada rakyat,” pungkasnya. (Ichwan/Fathoni)
Sumber: www.nu.or.id

Bagikan:

Lihat Juga

Seri Kajian Islam dan NU: Saatnya NU Menjadi Pioner dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Kajian Sumber Daya manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kota Malang mengadakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.