godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Event / PCNU Kota Malang Tegaskan Kembali Peran Kiai-Santri Untuk Kemerdekaan

PCNU Kota Malang Tegaskan Kembali Peran Kiai-Santri Untuk Kemerdekaan

Malang (numuda.com) – Harlah NU ke-94 benar-benar dimanfaatkan oleh PCNU Kota Malang. Banyak agenda yang dihelat untuk memeriahkannya. Di antara serangkaian acara tersebut Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) turut mengisi dengan acara Sarasehan Santri Nasional yang bertajuk “Meneguhkan Kembali Peran Kiai-Santri dalam Kemerdekaan Indonesia.”

Faisol Fatawi, ketua Lakpesdam, menuturkan bahwa acara tersebut adalah amanah dari pimpinan dan sesepuh NU Kota Malang, baik jajaran tanfidziyah maupun syuriah. “Dengan acara sarasehan ini kita ingin menegaskan peran penting para kyai-santri sebagai garda depan kemerdekaan Indonesia,” ujar pria yang hobi hunting dan koleksi naskah kuno ini.

Acara yang dihadiri oleh para kyai, santri, akademisi, dan nahdliyin Kota Malang ini semakin khidmat dengan memilih Hall KH. Masykur (Yayasan Masjid Sabilillah). Dalam menjelaskan peran kaum pesantren yang lama terlupakan ini para hadirin juga diingatkan dengan fakta perjuangan melawan kolonialisme oleh pasukan laskar Sabilillah di Malang.

Kyai Soleh Hayat dalam paparannya menceritakan gerakan jihad para kyai dan santri yang dengan segala keterbatasan tetap semangat. “Terkait ini (red: perjuangan) alhamdulillah saya bisa menulis buku Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan di tahun kemarin” kata sejarahwan NU asal Surabaya ini.

Selain itu, penyampaian hasil penelusuran dan penelitian Kyai Ng Agus Sunyoto tentang perjuangan pesantren untuk Indonesia semakin menghipnotis para hadirin.

Ketua Umum Lesbumi PBNU ini juga mengungkap fakta-fakta sejarah yang selama ini disembunyikan. Alhasil, setelah menulis Atlas Wali Songo pengasuh Pesantren Global Tarbiyatul Arifin ini juga tengah berjuang untuk segera menerbitkan buku hasil penelitiannya tentang fatwa Resolusi Jihad dan fakta-fakta sejarah yang tertutupi lainnya.

Selain rois Syuriah KH. Drs. Chamzawi, M.Hi dan ketua Tanfidziyah KH. Dr. Isroqun Najah, turut hadir pula Ketua Yayasan Masjid Sabilillah, Gus Nafi’ Ponpes Al-Hikam, pengurus Muslimat NU, rekan-rekanita IPNU-IPPNU, santri Malang dan tokoh-tokoh Kota Malang lainnya. Usai acara, beberapa pertanyaan dan rasa penasaran hadirin pun berlanjut dengan bincang-bincang ringan.

Bagikan:

Lihat Juga

Mengenal Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (NU) didirikan oleh ulama pondok pesantren di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.