godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Warta / Jam'iyyah / Islam Bukan Agama Kebencian

Islam Bukan Agama Kebencian

Pemateri sedang menyampaikan sambutan dalam acara bedah buku “Islam Tuhan, Islam Manusia” di Kampus Institute Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Kajen, Pati, Jawa Tengah. Bedah buku ini menghadirkan penulis buku (Dr. Haidar Bagir), Sabtu (15/4/2017)

PATI (numuda.com) – Agama Islam bukanlah agama yang menebar kekerasan, kebencian kepada sesama, apalagi terorisme. Justru, hakikat terpentingnya, Islam sebagai agama penyebar kasih sayang, sebagai agama Cinta.

Pesan inilah yang disampaikan Dr. Haidar Bagir dalam bedah buku “Islam Tuhan, Islam Manusia” di Kampus Institute Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Kajen, Pati, Jawa Tengah. Bedah buku ini diselenggarakan pada Sabtu (15/04/17), menghadirkan penulis buku (Dr. Haidar Bagir) dan Dr. Imdadun Rahmat (Ketua Komnasham). IPMAFA merupakan kampus berbasis pesantren, yang getol mengkampanyekan inovasi-inovasi keislaman, di bawah komando Rektor H. Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed.

Pada diskusi dan bedah buku ini, Haidar Bagir menyampaikan pentingnya memahami hakikat Islam sebagai agama yang menyebarkan kedamaian bagi kehidupan. “Melalui buku ini, saya menegaskan bahwa Islam itu sejatinya agama kedamaian, agama cinta,” ungkap Haidar, yang merupakan cendekiawan muslim dengan reputasi internasional. Haidar Bagir dikenal sebagai pendiri Festival Islam Cinta, dan lembaga-lembaga pendidikan yang mengusung misi Islam perdamaian.

Melalui diskusi, Haidar juga menyoroti tentang zaman kacau yang dihiasi sengketa antar kelompok. “Sekarang ini marak terjadi pengkafiran, banyak orang dengan mudah menganggap kafir sesamanya. Padahal, bukan seperti itu,” terang Haidar. Ia merasa sedih, betapa pemahaman Islam yang dangkal dengan disertai kebencian dan keengganan belajar, menjadikan Islam semakin mengeras.

“Islam yang saya pahami, yakni Islam yang mengajarkan kebaikan. Puncaknya menegakkan cinta, sebagai ummatan wasathan, dengan naiknya spiritualitas kita,” jelas Haidar. Dalam buku yang ditulisnya, Haidar mengajak setiap orang untuk memahami esensi Islam, yakni sebagai agama yang membawa misi cinta kasih.

Pembanding diskusi ini, Dr. Imdadun Rahmat, menjelaskan tentang pentingnya menjadikan Islam sebagai agama yang sejuk. “Sekarang, apa yang terjadi di Jakarta menjadi contoh, betapa politik dengan kebencian dan menggunakan agama, akan membawa madharat yang besar. Kebencian merebak hingga pengusiran muslim dari masjidnya sendiri. Ini perilaku yang berbahaya,” jelas Imdad.

Dalam kapasitasnya sebagai Komisioner Komnasham dan pengurus PBNU, Imdadun Rahmat mengajak setiap muslim untuk menyegarkan kembali keislamannya. Dengan menjadikan Islam sebagai agama yang berdakwah secara damai, santun, maka relasi kemanusiaan akan terjaga. Islam akan menjadi oase bagi manusia (*).

Bagikan:

Lihat Juga

Soal Bisnis MLM, Munas NU: Haram karena Tiga Hal!

SIARAN PERS Banjar, Jawa Barat — Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama yang digelar Nahdlatul Ulama di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.