godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Warta / Jam'iyyah / Harlah Ke-55, Lesbumi Gelar Seni Budaya dan Pasar Murah

Harlah Ke-55, Lesbumi Gelar Seni Budaya dan Pasar Murah

NUMUDA.COM, MALANG – LESBUMI (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) menggelar acara Hari Lahir yang ke-55 melalui pagelaran seni budaya dan pasar murah di PP Global Tarbiyatul Arifin, Pakis- Kab. Malang. Acara tersebut dikemas sederhana namun sangat partisipatif dan penuh semangat. Seluruh elemen masyarakat turut dilibatkan dalam rangkaian acara. Ibu-ibu dan bapak-bapak di sekitar Pondok Pesantren mengunjungi Pasar Murah yang digelar mulai pukul 8 hingga 12 pagi pada hari Minggu (05/03/17). Sementara itu adik-adik di lingkungan sekitar turut memeriahkan dengan menampilkan seni tari, permainan tradisional, dan menyanyi bersama.

Peringatan Harlah ini juga mengangkat sarasehan budaya dengan tema “Peran Budaya dalam Menghadapi Tantangan Global”. Eko Arifin, ketua departemen seni budaya PP LESBUMI mengatakan bahwa tantangan budaya saat ini adalah pergeseran pola pikir masyarakat yang dahulu mayoritas mengutamakan spiritualitas dan religiusitas, saat ini mulai bergeser ke arah materialisme. Selain itu, komersialisasi agama pun menjadi permasalahan dewasa ini. “Hanya dengan share, like, dan amin, orang bisa masuk surga,” tanggap Didin Wahyudi, pengurus PP LESBUMI, sembari bergurau.

Selain menyuguhkan seni dan partisipasi dari, untuk, dan oleh masyarakat, beberapa PP Lesbumi NU yang akrab disapa Mbah Jumali dan Ki Azis Franklin menggelar pementasan wayang wolak-walik. Wayang ini berbeda dengan wayang pada umumnya, sebab dalang berada di depan dan belakang layar sehingga menciptakan kolaborasi gerak dan cerita. Dalam pementasan wayang tersebut diangkat cerita permasalahan Indonesia mulai dari sisi lingkungan, politik, ekonomi, dan sosial-agama.

“Jika diamati, sebenarnya acara (harlah) ini menjadi tamparan sangat keras bagi pemerintah Indonesia maupun pihaknya lainnya. Banyak kritikan-kritikan yang disampaikan, terutama melalui wayang wolak-walik ini,” ucap Eko Arifin. Beliau juga mengatakan bahwa pesan menarik dari peringatan harlah LESBUMI ke-55 ini adalah pentingnya esensi harlah dalam melibatkan masyarakat karena seringkali harlah organisasi lebih mengutamakan ‘besar’nya acara tersebut  tanpa memperhatikan hubungan dan keinginan antara organisasi tersebut dengan masyarakat yang ia liputi. Dalam kegiatan malam seni dan sarasehan budaya turut hadir pula Ketua Umum PP LESBUMI PBNU- Prof. KH. Ng. Agus Sunyoto,  Ketua PC LESBUMI Kota Malang- Berlian Alhamid, Ketua PC LESBUMI Kabupaten Malang- dan para tamu undangan lainnya. Acara berlangsung khusyuk dan khidmat hingga selesai.

Bagikan:

Lihat Juga

Seri Kajian Islam dan NU: Saatnya NU Menjadi Pioner dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Kajian Sumber Daya manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kota Malang mengadakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.