godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Serba-serbi / Habib Luthfi: Janganlah Kotori Panggilan Allah

Habib Luthfi: Janganlah Kotori Panggilan Allah

Habib Lutfhfi berpesan, janganlah kotori panggilan Allah yang mulia, jangan jadi provokator dan memecah belah. Dengan saling menghargai, maka keakraban timbul menjadi perekat.

Hal itu disampaikan oleh Habib Lutfhi saat memberikan Mauidlatul Hasanah pada peringatan Maulid Nabi dan Khaul ke 28 Kiai Anwar bin Kiai Munawar Desa Kaligangsa Kulon, Brebes, Rabu (1/2/2017) malam.

Habib Luthfi mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk selalu menyapa dengan sebutan yang terbaik kepada sesama manusia, lebih lebih kepada pimpinan atau yang dianggap tua oleh kita.

"Jangan sembarangan memanggil seseorang apalagi sampai mencaci maki," katanya. 

Karena, panggilan itu kata Habib Lutfhi, mampu mengangkat kedudukan dan jabatan. Bila tidak bisa menghargai seseorang maka yang timbul tuntunan jadi tontonan, akibat tidak saling menghargai kewibawaan akan surut dan keamanan akan terganggu.

"Kalau kita saling ejek, tidak menghargai maka pihak lain akan memandang rendah para pemimpin kita, bangsa kita, aparat kita,” terangnya.

Mendengarkan dan melaksanakan pitutur Kiai katanya, akan turut meningkatkan kewibawaan ulama, menjaga Islam, menjaga ulama.

Di jalan raya pun, lanjutnya, harus menghargai pengguna jalan lainnya. Menghargai aparat polisi yang sudah bersusah payah mengatur lalu lintas. "Jangan karena oknum kita caci maki institusi," ucapnya. 

Dengan saling menghargai, tambah Habib Lutfhi, maka keakraban timbul menjadi perekat. Allah SWT saja memanggil umat Islam dengan sebutan Ya Ayuhaladina amanu (hai orang orang yang beriman). 

Betapa mulianya panggilan Allah agar tidak mengabaikan perintah-perintahnya. "Janganlah kotori panggilan Allah yang mulia, jangan jadi provokator, memecah belah," ajaknya.

Lebih lanjut Habib Lutfhi juga mengingatkan untuk terus waspada dengan berbagai panggilan provokatif yang seolah-seolah antara ulama yang satu dengan yang lain saling berbenturan. Melunturkan tokoh, memisahkan ulama dengan umat. (*)

Bagikan:

Lihat Juga

Langkah Awal Perjuangan, IPNU IPPNU Kota Malang Adakan Pelantikan dan Rapat Kerja

Malang – numuda.id Ahad (30/09) kemarin, segenap pengurus Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kota Malang Masa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.